Seorang pemuda sepulang dari kerjanya, sambil melewati tempat kerja sang ayah di sebuah bengekel sederhana ukuran kurang dari 3×3 m beratapkan kayu, ingin menyapa, namun ia teruskan ke rumah dulu untuk bebersih.
Tak seling berapa lama cerita hikmah ini pun di mulai………
Seling berapa menit kemudian ada kabar bahwa ayah sang pemuda mendapat kesulitan (dikarenakan sebuah kasus), begini ceritanya kurang lebih. sang ayah yang sedang asyik mengservis sebuah sepeda usang, tiba-tiba datang sang tetangga sambil menunjuk-nunjuk memarahi sang lelaki tua, dengan becking preman dibelakangnya (dengan alasan bahwa ia telah mengambil rezeki sehingga tidak ada pelanggan tidak ada yang beli ke dia). sang lelaki tua pun hanya menahan kesabaran yang sudah bertahun-tahun. Mendengar kabar tersebut sang pemuda melesat dengan mega pro nya setelah di croscek dari beberapa sumber, termasuk sang bunda.
Ia mendatangi langsung tempat bengkerl, sambil membuang mega pro ke pinggir jalan dengan membawa segudang amarah menggebu, ia datangi sang preman untuk mengcroscek. Dengan jawaban menantang angkuh preman ini menjawab sambil bertanya “iya, Mo apa kamu”, kontan sang pemuda menjawab pertanyaan si preman dengan sebuah gejligan ke ulu hati, dan keributan mulailah terjdi,
Teman-teman sang preman pun datang untuk membantu. melihat kejadian itu sang ayah yang tadinya hanya terdiam sabar. entah setan apa yang merasukinya, ia pun langsung melancarkan sebuah pukulan telak ke muka seorang preman, yang akan mengeroyok sang anak. keduanya sudah bersiap apapun yang terjadi hari itu. biarlah terjadi walalupun harus berurusan dengan seluruh preman yang ada di daerah itu.
Sebuah mobil patroli, menghampiri keributan, untuk melerai. semuanya dibawa ketempat kantor polisi.
semuanya dibeberakan dari keterangan semua pihak. termasuk para preman yang telah bonyok tentunya.
usut punya usut. ternyata sang tetangga yang dulunya hanya numpang (memohon dengan sangat untuk diberi kesekpatan usaha di situ) dibantu oleh sang ayah ini dengan prasangka baiknya, toh rejeki Allah yang ngatur. selama beberapa tahun ternyata orang-orang dekat yang telah dibantu ini mnecoba mengusir dengan berbagai cara, dihancurkan tempat bengkel, di bobol, di curi sampai di fitnah yang tanpa henti sampai bertahun-tahun)
setelah smua diusut mereka pun sadar, kemudian hanyut dalam tangisan, pelukan, lautan maaf ………. Subhanallah